Tampilkan postingan dengan label Seuntai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seuntai. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Mei 2010

Selamat Jalan


Sinar mentari datang silih berganti
Stelah datangnya sang rembulan yang awalnya terselimuti
Terselimuti gelapnya malam
Terselimuti kabut yang kelam
Kawan, datangnya dirimu di sela2 kami sangatlah berarti
Smoga smua terganti dengan munculnya bibit2 baru yang mulai bersemi
Adanya sesuatu yang baru bukan berarti kami hilangkanmu dari fikiran
Adanya sesuatu yang baru bukan berarti kami musnahkanmu dari angan
Jiwamu tetap kekal dampingi kami sepanjang jalan kehidupan
Slamat jalan kawan
Smoga dirimu diberikan tempat tertinggi oleh Sang Penggenggam Kehidupan
Smoga dirimu diletakkan pada kedudukan tertinggi bagi derajat orang yang beriman

~R~

Selasa, 20 April 2010

Selarik untaian dari Kahlil Gibran

Dan jika berkata, berkatalah kepada aku tentang kebenaran persahabatan?
Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.

Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Karena kau menghampirinya saat hati lapa dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”.

Dan bilamana ia diam, hatimu tiada ‘kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya; karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan.

Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita; Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya, mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.

Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan. Karena kasih yang masih menyisakan pamrih, di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.

Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya,
untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?

Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan.
Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan.